MAKALAH BAHASA INDONESIA

 

MAKALAH



 

Pembelajaran Bahasa di Era Pandemi Kurang Efektif

Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Bahasa Indonesia.

Dosen pembimbing Yushinta Eka Farida, M.Pd.

Disusun oleh :

Nama            :        Nuzul Ainal Mardiyah

NIM             :        201310004393

 


PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

FAKULTAS TARBIAH DAN ILMU KEGURUAN

UNIVERSITAS ISLAM NAHDLATUL ULAMA JEPARA

2021

KATA PENGANTAR

 

Syukur alhamdulillah kita ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahnya sehingga kita dapat menyelesaikan makalah ini. Sholawat dan salam kepada junjungan nabi kita Muhammad SAW beserta para sahabat-sahabatnya yang telah memperjuangkan agama islam.

Makalah ini di susun guna memenuhi tugas mata kuliah bahasa Indonesia yang bertema “Perkembangan Pembelajaran Bahasa di Era Pandemi” yang sudah di tentukan oleh dosen pembimbing ibu Yushinta Eka Farida, M.Pd.

Maka dari itu makalah ini kami beri judul “Pembelajaran Bahasa di Era Pandemi Kurang Efektif ” dan tentunya dengan bantuan berbagai pihak, sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami tidak lupa menyampaikan terima kasih kepada dosen yang telah memberi masukan yang sangat berharga dalam pembuatan makalah ini.

Dalam penyusunan makalah ini kita sadar bahwa masih banyak kekurangan dan kekeliruan. Maka dari itu saya mengharapkan kritikan agar semakin baik dan sempurna.semoga makalah ini bermanfaat.

 

 

 

 

Penyusun

 

Jepara, 03 Januari 2021

 

 

 

 

DAFTAR ISI

 

 

SAMPUL MAKALAH.. 1

KATA PENGANTAR.. 2

DAFTAR ISI. 3

BAB I. 4

PENDAHULUAN.. 4

A.    LATAR BELAKANG.. 4

B.     RUMUSAN MASALAH.. 4

C.     TUJUAN PENULISAN.. 4

BAB II. 5

PEMBAHASAN.. 5

A.   Pembelajaran yang Terjadi di Era Pandemi 5

B.   Kurang Efektif dan Maksimal Pembelajaran bahasa di Era Pandemi 6

C.   Kiat Pelajar Menghadapi Pembelajaran bahasa di Era pandemi. 9

BAB III. 10

PENUTUP. 10

A.   KESIMPULAN.. 10

B.   SARAN.. 10

DAFTAR  PUSTAKA.. 11

 

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

A.    LATAR BELAKANG

Pembelajaran sebagai suatu proses berubah, sehingga maksud dari suatu proses pembelajaran dimaknai sebagai suatu usaha sadar mengubah aspek tingkah laku.[1]Selama masa pandemi ini kita mengetahui semua aspek kehidupan berubah. Tidak luput bidang pendidikan juga banyak berubah. Adaptasi dan penyelenggaraan pendidikan berganti menjadi jarak jauh sulit untuk melakukan kontak fisik seperti tatap muka. Dampak ini berpengaruh pada pembelajaran bahasa yang umumnya memerlukan  praktik langsung oleh guru. Hal itu tidak mungkin di lakukan lagi karena peraturan kesehatan. Akibatnya banyak hal yang tidak berjalan efektif dan maksimal seperti sebelum pandemi.

 Peserta didik  sulit mengerti apa yang di jelaskan jika hanya dengan teori, di tambah lagi dengan koneksi internet yang kadang mengganggu komunikasi jarak jauh ini.Keadaan koneksi internet yang buruk mengganggu proses praktik yang terputus menjadiakan sulitnya memahami bagi peserta didik. Dari semua itu terdapat satu kekurangan lagi,  jika dulu materi di sampaikan lansung guru pelajar mencatat. Saat ini beralih dalam bentuk file atau tulisan di media elektronik. Ini membuat anak yang tidak kurang rajin menyalin materi akan kesulitan mengulang materi sebab penuhnya memori smartphone. Jadi terpaksa harus di hapus sebelum sempat menyalin dalam buku. Makalah ini akan membahas masalah apa saja yang di alami peserta didik selama pandemi dan cara mengahdapinya.

B.     RUMUSAN MASALAH

1.      Seperti apa  keadaan pembelajaran  di Era pandemi ?

2.      Mengapa pendidikan bahasa kurang efektif di Era pandemi ?

3.      Bagaimana kiat peserta didik mengahadapi perubahan pembelajaran bahasa di Era pandemi ?

C.    TUJUAN PENULISAN

1.      Mengetahui bagaiamana perkembnagan pembelajaran bahasa selama pandemi.

2.      Mengerti tidak efektif dan maksimalnya pembelajaran bahasa selama pandemi.

3.      Cara mengatasi perubahan pembelajaran selama masa pandemi.

BAB II

PEMBAHASAN

 

A.   Pembelajaran yang Terjadi di Era Pandemi

Dampak Covid-19 terhadap Dinamika Pembelajaran Pembelajaran tidak selamanya berjalan dengan baik sesuai rencana yang telah disusun. Saat ini, dunia yang dilanda Covid-19 secara masal menjadi faktor eksternal baru yang berpengaruh pada penyelenggaraan pendidikan di Indonesia. Pelaksanaan pembelajaran di setiap sekolah dihentikan secara nasional oleh Pemerintah Pusat akibat wabah Covid-19. Penghentian proses pembelajaran dan seluruh pelayanan pendidikan lainnya dilaksanakan sebagai upaya pencegahan penularan Covid-19 berdasarkan Surat Edaran Mendikbud Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19). Wabah virus Covid-19 memberikan dampak besar pada pembelajaran di Indonesia, beberapa dampak secara faktual dapat diamati sebagai berikut.

a.       Sekolah dari Rumah

Merupakan  istilah yang mewakili seluruh aktivitas pembelajaran yang dilakukan oleh guru dan peserta didik di rumah masing-masing menggunakan perangkat teknologi yang tersedia. Pembelajaran yang sebelumnya dilaksanakan secara sentral di gedung sekolah harus dialihkan ke rumah akibat Covid-19. Pembelajaran selama Sekolah dari Rumah ini menggunakan sistem pembelajaran secara Daring (Dalam Jaringan) atau pembelajaran virtual.

Pembelajaran yang dilakukan dari rumah berpatokan pada Surat Edaran Mendikbud Nomor 4 Tahun 2020.[2] Dalam surat edaran tersebut dijelaskan ketentuan belajar dari rumah dilaksanakan dengan ketentuan;

1.      Belajar dilakukan secara daring atau jarak jauh untuk memberikan pengalaman bermakna bagi peserta didik. Diberikan  kelonggaran bagi guru dan peserta didik tidak harus menuntaskan capaian kurikulum, khususnya kenaikan kelas maupun kelulusan.

2.      Fokus utama pembelajaran dari rumah yaitu pendidikan kecakapan antara lain berkaitan dengan pademi Covid-19. Dengan demikian, guru harus memiliki wawasan edukasi Covid-19 di luar materi ajar mata pelajaran yang harus diajarkan kepada peserta didik.

3.      Aktivitas dan tugas pembelajaran diberkan secara bervariasi sesuai minat dan kondisi masing-masing peserta didik, teruma atas pertimbangan kesenjangan akses atau fasilitas belajar di rumah.

4.      Produk belajar mendapat umpan balik bersifat kualitatif dan berguna dari guru, penilaian dilakukan secara otentik melalui pengamatan guru terhadap peserta didik selama mengikuti pembelajaran daring.

Berdasarkan penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa pembelajaran daring merupakan satu-satunya saluran desain kelas virtual bagi terselenggaranya Sekolah dari Rumah.

b.      Transformasi Media Pembelajaran

Media merupakan alat bagi suatu pekerjaan, sehingga suatu pekerjaan bisa terselesaikan dengan baik dengan hasil memuaskan.[3]Dengan demikian, media merupakan wahana penyalur belajar atau penyalur pesan selama proses pembelajaran. Fungsi media pembelajaran dapat mengefektifkan proses pembelajaran karena membangkitkan minat dan motivasi peserta didik mengikuti pembelajaran.

Adanya Covid-19 berdampak pada peralihan penggunaan media. Media pembelajaran bertransformasi lebih canggih menggunakan perangkat teknologi jaringan. Jadi dapat di pahami pendidikan bahasa tidak berjalan baik sama seperti yang di sebut di atas anak akan lebih kesulitan memahami.Pembelajaran bahasa juga ada materi yang membutuhkan adanya praktik padahal pada kenyataannya semua praktik itu di hilangkan karena proses belajar daring ini. Menjadikan murid jenuh juga kebingungan dalam mengerjakan tugas yang perlu praktik langsung.

 

B.   Kurang Efektif dan Maksimal Pembelajaran bahasa di Era Pandemi

Semua jenis media meskipun terasa menjdi solusi selama pandemi, namun memiliki berbagai kelemahan. Berbagai kelemahan diantaranya berkaitan dengan daya dukung jaringan yang sering terganggu sehingga tatap muka virtual pembelajaran tidak maksimal.

Selain itu, tidak semua peserta didik memiliki handphone berbasis android serta kesenjangan ekonomi menjadi kendala serius penggunaan berbagai media pembelajaran berbasis daring tersebut. Bahkan beberapa aplikasi Zoom dihimbau untuk tidak digunakan sebagai media pembelajaran karena membahayakan data pengguna dan menguras biaya data yang mahal.

Pemanfaatan siaran telivisi seperti TVRI juga tidak serta merta peserta didik dibiarkan sendiri mengikuti materi pelajaran yang disiarkan, namun harus mendapatkan pengawasan orangtua di rumah. Dan pembelajaran bahasa di nilai harus ada pendekatan berbeda terutama penjelasan di beberapa materi. Materi sulit harus jelaskan detail tapi waktu yang singkat dan keterabtasan keadaan membuat itu sulit di lakukan.

Sebagaimana dijelaskan bahwa metode mengajar menjadi alat mencapai tujuan.[4] Apabila seorang guru kurang tepat memilih metode mengajar akan menyebabkan kekaburan tujuan. Seorang pendidik juga sangat dituntut menguasai beragam metode pembelajaran, tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga mampu mengoperasionalkan semua metode yang dikuasainya dengan baik.

Pandemi Covid-19 telah menyebabkan pembelajaran dilakukan dari rumah juga berdampak pada penyesuaian metode pembelajaran yang dilakukan oleh guru. Penyampaian materi pelajaran juga dipadatkan untuk menghemat waktu dan biaya dalam penggunaan aplikasi. Sehingga, pembelajaran dirasakan kurang maksimal karena terbentur biaya pemakaian aplikasi dalam jaringan. Dinamika penggunaan metode tersebut tidak maksimal karena disebabkan oleh faktor kelengkapan fasilitas.

Berkaitan dengan pemilihan metode ini terdapat beberapa faktor yang dapat menjadi pertimbangan dalam memilih metode pembelajaran, yaitu; berpedoman tujuan, situasi perbedaan individu peserta didik, kemampuan guru, sifat bahan ajar, situasi kelas, kelengkapan fasilitas serta kelebihan dan kekurangan metode pengajaran. [5]

Dengan demikian, guru yang melaksanakan pembelajaran dari di tengah pandemi Covid-19 harus mampu menyederhanakan bahan ajar agar sesuasi dengan situasi kelas daring yang dilakukan dengan pertimbangan utama dukungan fasilitas yang digunakan. Covid-19 telah memberikan dampak terhadap paradigma pengukuran hasil pembelajaran di setiap jenjang pendidikan sekolah. Orang tua yang sebelumnya lebih mencurahkan waktunya mencari nafkah kembali mengaktifkan peranannya secara total mengawasi anak di rumah.

Situasi kiris Covid-19 setidaknya berdampak pada peranan orang tua dengan berkolaborasi menyelamatkan diri anak sekaligus waktu belajar anak. Dengan demikian, ada dua peranan orang tua yang hidup sekaligus yaitu orantua berperan mendidik anak secara langsung dan berperan sebagai pelindung anak. [6] Kedua peranan ini sangat sesuai dengan situasi pandemi saat  ini. Kolaborasi orangtua di rumah sangat menentukan pencapaian tujuan pembelajaran.

Selama mengemban tugas kolaborasi ini orang tua perlu memerhatikan beberapa faktor dalam memberikan pendidikan terhadap anak :

1)       Relasi orangtua dengan anak dalam kelurga sangat penting. Hubungan yang baik akan membantu anak menyelesaikan tugas-tugas belajarnya. Oleh karena itu, orangtua harus mampu menghandirkan suasana nyaman dalam keluarga yang dapat menjamin pembelajaran anak selama pandemi.

2)      Suasana rumah tangga dan keluarga Suasana rumah tangga dan keluarga yang nyaman akan sangat membantu anak belajar dengan mandiri di rumah. Oleh karena itu, suasana rumah tangga dan keluarga harus diciptakan oleh orang tua untuk menunjang psikologi belajar anak selama belajar di rumah.

3)      Keadaan ekonomi keluarga Kolaborasi orang tua harus mampu memenuhi kebutuhan belajar anak di rumah seperti fasilitas meja, buku, alat tulis menulis. Kebutuhan yang paling utama ialah tersedianya handphone atau gadget yang bisa digunakan untuk terkoneksi dengan jaringan dalam pembelajaran daring.

4)      Pehatian orangtua Perhatian orangtua harus diberikan terhadap anak selain untuk mengevaluasi belajar anak juga memberikan motivasi anak untuk semangat dalam mengikuti belajar daring. Bentuk perhatian ini juga sebagai bentuk proteksi dan edukasi anak terhadap bahaya Covid-19. Perhatian akan membuat anak merasa nyaman berada di lingkungan rumah karena menemukan curahan kasih sayang dari orangtua. Namun, dilakukan secara persuasi dengan suasana dialogis santai dengan anak agar anak tidak merasa tertekan dengan situasi di dalam rumah.[7]

 

C.   Kiat Pelajar Menghadapi Pembelajaran bahasa di Era pandemi.

Covid-19 memberikan dampak secara umum terhadap pendidikan bahasa di Indonesia. Beberapa solusi untuk peserta didik agar dapat mengahdapi pembelajaran di Era pandemi diantaranya;

a.             Sekolah dialihkan ke rumah melalui proses pembelajaran daring. Solusinya sarana yang ada harus mendukung baik smartphone juga jaringan, dalam hal ini smartphone harus punya tampungan besar jika tidak maka usahakan punya tempat penyimpanan lain contoh, flashdisk agar materi tetap bisa di di pelajari ulang dan file tidak hilang akibat ruangan penuh.

b.             Terjadi transformasi media pembelajaran berbasis teknologi melalui penggunaan Wathshap Group, Zoom, Google Classroom, WebEx, Youtube, dan saluran TV. Solusinya media yang di gunakan harus di sepakatan bersama guru supaya dapat berjalan baik, contoh memilih yang lebih kecil penggunaan data juga kesiapan menyiapkan data selular agar koneksi lancar. Saat ini sudah di berikan subsidi kuota data untuk peserta didik. Cara lain untuk menghemat data selular yaitu menggunakan wifi, bisa umum contoh milik sekolah atau pribadi.

c.             Penyesuaian metode pembelajaran.Solusinya rundingkan dengan guru cara mengajar yang menurut peserta didik tidak tepat dan beri usulan kalian untuk kebaikan bersama. Bagi peserta didik pribadi jangan lupa menyalin atau menyimpan materi agar bisa di ulang dan tidak hilang sewaktu-waktu.

d.            Penyesuaian evaluasi pembelajaran untuk penentuan standar kenaikan kelas dan kelulusan. Solusinya bisa di tentukan oleh sekolah dengan rapat dan evalusi bersama agar sesuai dan mencapai mufakat.

e.             Tuntutan kolaborasi orangtua peserta didik di rumah sebagai pengganti guru mengontro pembelajaran anak. Solusinya orang tua di harap dapat membimbing dan mengarahkan walau tidak sepenuhnya sebab kekurangan orang tua dalam hal akademik, menciptakan suasana nyaman di rumah menjadikan anak tidak tertekan dan suntuk itu sudah sangat membantu anak.

 

 

BAB III

PENUTUP

A.    KESIMPULAN

Berdasarkan pembahasan di atas, Pembelajaran merupakan suatu proses interaksi antara guru dan peserta didik menggunakan berbagai sarana dalam pembelajaran. Pembelajaran dilakukan untuk mencapai tujuan  perubahan perilaku peserta didik.

Khusunya untuk pembelajaran bahasa harus ada cara untuk membuat peserta didik mudah memahami salah satunya dengan  pembelajaran menarik contoh  praktik nyata bagi peserta didik. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi dinamika pembelajaran ialah kondisi pembelajaran, metode pembelajaran dan hasil belajar. Dinamika pembelajaran di Indonesia saat ini terganggu secara eksternal oleh krisis wabah Covid-19.

Beberapa dampak diantaranya sekolah dialihkan ke rumah melalui proses pembelajaran daring, terjadi transformasi media pembelajaran berbasis teknologi melalui penggunaan Wathshap Group, Zoom, Google Classroom, WebEx, Youtube, dan saluran TV,  penyesuaian metode pembelajaran, penyesuaian evaluasi pembelajaran untuk penentuan standar kenaikan kelas dan kelulusan, dan tuntutan kolaborasi orangtua peserta didik di rumah sebagai pengganti guru mengontro pembelajaran anak.

 

B.     SARAN

Agar pendidikan bahasa dapat berjalan lancar usahakan ada kesepakatan bersama antara guru dan murid agar faktor tidak maksimalnya pendidikan di era pandemi dapat di atasi dengan tepat. Baik berupa materi yang mudah di pahami, kuis, juga melakuakan praktik nyata pada peserta didik.

 

 

 

 

 

 

DAFTAR  PUSTAKA

Sardirman. 2004. Interaksi dan Motifasi Belajar. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada

Mendikbud. 2020. Surat Edaran Nomor Nomor 4 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease (COVID-19), salinan, diakses dari google.com

Rusman. 2012. Belajar dan Pembelajaran Berbasis Komputer. Bandung: Alfabeta

Ghofir dkk, Zuhairini Abdul. 1983. Metode Khusus Pendidikan Agama. Surabaya: Usaha Nasional.

Djamarah, Syaiful Bahri dan Aswan Zain. 2010. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.

Arifin. 2007. Hubungan Timbal Balik Pendidikan Agama Islam di Lingkungan Sekolah dan Keluarga. Jakarta: Bulan Bintang.

Slameto. 2000. Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.

 



[1] Sardirman. 2004. Interaksi dan Motifasi Belajar. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada

[2] Mendikbud. 2020. Surat Edaran Nomor Nomor 4 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease (COVID-19), salinan, diakses dari google.com

 

[3] Rusman. 2012. Belajar dan Pembelajaran Berbasis Komputer. Bandung: Alfabeta

 

[4] Ghofir dkk, Zuhairini Abdul. 1983. Metode Khusus Pendidikan Agama. Surabaya: Usaha Nasional.

[5] Djamarah, Syaiful Bahri dan Aswan Zain. 2010. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.

[6] Arifin. 2007. Hubungan Timbal Balik Pendidikan Agama Islam di Lingkungan Sekolah dan Keluarga. Jakarta: Bulan Bintang.

[7] Slameto. 2000. Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.

0 komentar: